Cek Kesiapsiagaan Satuan Jelang Pemilu Tahun 2019, Apel Gelar Pasukan Sispamkota

Cek Kesiapsiagaan Satuan Jelang Pemilu Tahun 2019, Apel Gelar Pasukan Sispamkota
95 Kali Dilihat=>>|

YALPK | Tegal – Lantamal V, Guna mengecek kesiapsiagaan satuan jelang Pemilu April mendatang, Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Agus Haryanto SE, M.Tr.Hanla, MM. menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) Jelang Pemilu Tahun 2019, Minggu (10/2).

Apel Gelar Pasukan TNI/Polri yang dipimpin langsung oleh Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Richard Arnold Yeheskel Sangari, SE, MM ini, digelar di Lapangan Sepak Bola Depan GOR Wisanggeni Kel. Kejambon Kec.Tegal Timur dan disaksikan langsung oleh seluruh unsur Forkompinda Kota Tegal.

Kegiatan Apel Gabungan tersebut melibatkan sekitar 500 personel TNI/Polri sewilayah Kota Tegal, serta ditambah personel dari instansi Pemkot diantaranya Satpol PP, Linmas, Dishub serta Damkar, termasuk diantaranya Perwakilan Prajurit Lanal Tegal.

Komandan Lanal Tegal menjelaskan,” pihaknya (Pasukan Lanal) akan senantiasa bersinergi dengan institusi Polri dalam pengamanan Pemilu Legislatif dan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

“ Latihan ini fokus untuk pengamanan wilayah Kota Tegal yang didalamnya ada keterlibatan pasukan Lanal Tegal, erta latihan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan skenario terburuk yang terjadi saat pelaksanaan Pemilu nanti.” Tuturnya.

Menurutnya, Agus sapaan akrab danlanal Tegal ini menambahkan, selain sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri, latihan tersebut juga sebagai sarana untuk pengecekan kesiapsiagaan serta profesionalisme prajurit.

“Jika dibutuhkan, TNI siap membantu tugas Polri dalam pengamanan Pemilu 2019.”Tukas Alumni AAL 45 Th. 1999 ini.

Tentunya lanjut Agus,  bantuan yang diberikan harus sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Aspek pengamanan juga disiapkan, semisal menyiapkan senjata organik, tameng, dan perlengkapan lainnya,” Tandasnya.

Dalam latihan simulasi kali ini seluruh prajurit dihadapkan dengan skenario terburuk, berupa terjadinya kericuhan di tempat pemungutan suara yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang ingin mengganggu jalannya kelancaran pemilu.

Massa yang mulai beringas ini mulai melakukan perlawanan dengan merusak TPS serta melempari Petugas menggunakan botol air mineral. Namun dengan kesigapan dan sinergitas antar satuan,  aksi ini bisa diatasi.(jf)

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *