Siswa SMK Dharma Bahari Kreatif Merakit Mesin Penggiling Kacang Tanah

Siswa SMK Dharma Bahari Kreatif Merakit Mesin Penggiling Kacang Tanah
81 Kali Dilihat=>>|

Lpk | Surabaya – Setiap menjelang tahun ajaran baru di lingkup SMK Dharma Bahari, yang beralamat di Jl. Sikatan Lebar XVI No.1-5, Manukan Wetan Surabaya selalu mengikuti kegiatan Expo Jatim. Pada momen ini biasanya ditampilkan aneka hasil inovasi yang dihasilkan para siswa.

Pada Expo Jatim 2020 ini, para Siswa kelas XI -XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK tersebut berhasil merakit satu unit alat mesin penggiling kacang yang dipamerkan saat itu.

Menurut Guru Pembina Siswa, Tri Harsono, ST pada Senin (23/3/2020), bahwa pada pelaksanaan Expo Jatim yang dilaksanakan Februari 2020 lalu, Siswa kelas XI -XII SMK ini berhasil merakit mesin penggiling kacang tanah.

Proses menghasilkan mesin ini, jelas Tri, bermula dari persiapan peralatan pendukung. Kemudian dalam waktu lima hari, para siswa dapat menghasilkan satu unit mesin yang ikut dipamerkan di ajang Expo.

 

“Mesin yang dihasilkan siswa ini digunakan saat kacang baru diambil dari tanah. Setelah itu dikeringkan barulah dimasukan ke wadah yang sudah disiapkan. Agar lebih mudah pengupasannya maka diharapkan kondisi kulit kacang harus kering,” jelas Tri.

Tentang biaya pembuatan satu unit mesin, Tri mengatakan sekitar Rp 1 juta. Keungulan dari mesin ini, jumlah kacang tanah setengah kuintal dapat diproses memisahkan kulit dan biji kacang dalam waktu 1 jam. Dengan sistem kerja menggunakan dinamo kekuatan seperempat PK.

“Harapan saya tentu dari hasil kreatif ini, para siswa setelah lulus mereka bisa merakit sendiri dan bisa dijual ke petani dalam upaya mencari rejeki. Kami tentu tetap pantau manakala mereka mengalami kesulitan,” ujar Tri.

Wahyu Putra Ardyansah dan Rovansa
menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang membekali pengetahuan praktis ini.

Kegiatan semacam ini, setiap tahun siswa diwajibkan membuat karya untuk dipamerkan pada waktu merekrut siswa tahun ajaran baru.

Tujuannya, dengan diciptakan mesin itu juga bagi siswa kedepannya bisa membuatnya sendiri untuk dipasarkan ke petani.

“Ini juga mempermudah petani yang biasanya petani mengelupas dengan tangan maka dengan di ciptakan mesin itu bisa membuat petani semakin cepat untuk mengupas kacang tanah,” kata Wahyu.(ir)

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *