Pemberangusan Serikat Menghantui Pekerja Sektor Garmen

Pemberangusan Serikat Menghantui Pekerja Sektor Garmen
208 Kali Dilihat=>>|

YALPK | Semarang – upah murah dibanding propinsi Jabar dan Jatim menjadi magnet bagi perusahaan garmen dan konveksi besar untuk hijrah di Jateng. Selama kurun waktu antara tahun 2010 hingga tahun 2016 banyak perusahaan masuk berinvestasi di Jateng.

Untuk lebih memberikan pengetahuan akan hak hak dan keterampilan berorganisasi dan kemampuan diri serikat pekerja juga melebarkan sayap ke Jateng. Karena disadari masalah selalu timbul antara pekerja dan perusahaan dalam hubungan kerja. Sedangkan di daerah industri yang baru para buruh minim sekali pengetahuan tersebut.

Hal tersebut jangan sampai merugikan para buruh karena seharusnya serikat buruh menjadi partner kerja kepada perusahaan untuk lebih meningkatkan produktifitasnya.

Berawal dari menghadiri undangan BPJS Ketenagakerjaa Cabang Semarang. Pada acara Gathering di sebuah hotel di Kabupaten Salatiga pada hari Kamis 29/08/2019. Acara tersebut diadakan turut mengundang juga serikat pekerja yang ada di semarang, karena serikat pekerja ( SP)adalah partner kerja BPJS Ketenagakerjaan.

Beberapa perwakilan SP yang hadir antara lain Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Serikat Pekerja Nasional, Garteks, maupun pengurus SP tingkat perusahaan. Ada lebih dari 50 peserta. Hesti Pratiwi adalah sekertaris pengurus komisariat serikat buruh Garteks di PT. Pertiwi Indomas di Klepu Kab. Ungaran turut mengikuti acara tersebut. Dengan terlebih dahulu ijin kepada pihak management dan HRD ditempat ia bekerja.

Hari berikutnya ketika ia masuk kerja tidak diperbolehkan oleh atasanya seorang supervisor. Segera menemui HRD ia meminta penjelasan tetapi apa daya ia malah disuruh mengundurkan diri dengan tanpa alasan. Karena ia menolak maka segera pihak perusahaan memanggil satpam untuk mengusirnya dari lingkungan pabrik tempat ia bekerja.

“Hal ini sangat tidak patut ditengah kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin undang – undang” kata Dede selaku ketua dpc Garteks Kabupaten Semarang. Trisnur Priyanto sekjend fsb Garteks kepada wartawan tabloid Nusantara Merdeka ketika dihubungi pertelepon mengecam perilaku management perusahaan tersebut yang tidak pantas. ” itu adalah union busting, pemberangusan serikat” ujar Trisnur.

Setelah mengadu ke dinas ketenagakerjaan propinsi bagian pengawas ketenagakerjaan, dijadwalkan akan menemui pihak management PT. Pertiwi Indomas untuk mengkalrifikasi peristiwa pengusiran karyawan tersebut.(ww)

Bagikan Berita :

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *