Pekerjaan proyek “PUSTU” Di Desa Tileng Di Duga Mengurangi Volume

Pekerjaan proyek “PUSTU” Di Desa Tileng Di Duga Mengurangi Volume
205 Kali Dilihat=>>|

YALPK | Madiun – Proses pelaksanaan  pembangunan Puskesmas Pembatu ( Pustu) yang berlokasi di Desa Tileng Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun dalam pelaksanaannya diduga sarat akan penyimpangan. Paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp.499.000.000,- dalam jangka waktu 120 ( seratus dua puluh) hari dan bersumber dana dari DID ( Dana Insentif Daerah) tahun 2019 ini dimenangkan oleh CV. Mitra Taruna. Dari hasil cross cek LPK SM ( lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat) Pasopati Madiun bersama awak media di lapangan kamis 15/8/19 terbukti ada beberapa item pekerjaan seolah – olah dengan sengaja mengalami penyusutan volume.

foto : ketua LPK-SM Pasopati saat mengukur slop

Dari keterangan Sudjat miko ketua LPK SM Pasopati  ketika selesai cross cek fisik pekerjaan mengatakan pada awak media bahwa, item pekerjaan sloof jika sesuai gambar rencana ber ukuran 15×20 dalam arti lebar 15 cm dan tebal 20 cm. Akan tetapi sesuai bukti di lokasi setelah di ukur hanya 13 cm untuk lebarnya dan 18 cm untuk ketebalan. Selain itu, pihak pelaksana selama dua kali di datangi pihal LPK SM Pasopati  tidak pernah ada di lokasi. Bahkan, sebagai wakil yang di percaya memegang proyek atas nama Hartono ketika di tanya nama pelaksananya saja tidak kenal”, ungkap sudjat miko yang biasa di panggil komendan.

foto : dari awal tidak sesuai speck

Masih lanjut Sudjat miko, dalam persyaratan lelang, harus melampirkan penjabaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) di setiap item pekerjaan yang dilaksanakan. Pihak rekanan harus menyiapkan APK ( Alat Pengaman Kerja ) diantaranya berupa helm pengaman, sepatu boot, rompi, sabuk keselamatan, kacamata pelindung dan sebagainya. Dalam hal ini, jika semua persyaratan perlengkapan lelang terpenuhi tapi praktek dilapangan tidak dilaksanakan dan tidak ada sanksi dari pihak terkait menurutnya kurang pas,  masalahnya itu juga sudah mengandung pelanggaran  dalam aturan persyaratan lelang.  jalasnya.

Untuk itu pihak LPK SM Pasopati  akan selalu dan setiap saat akan terus memantau dan melakukan kontrol,  agar pekerjaan Pustu yang ada di kabupaten benar benar sesuai harapan.  pungkas sudjat miko. (ags/md)

Bagikan Berita :

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *