Narotama Jadi Mitra Penyelenggara Festival Sinema Prancis Di Surabaya

Narotama Jadi Mitra Penyelenggara Festival Sinema Prancis Di Surabaya
65 Kali Dilihat=>>|

YALKP | Surabaya – Bekerjasama dengan Institut Prancis Indonesia (IFI), Podjok Prancis Universitas Narotama dipilih menjadi mitra penyelenggaraan Festival Sinema Prancis di Surabaya, 6-10 November 2019 lalu. Setelah 4 tahun terhenti, Festival Sinema Prancis kembali digelar dengan melibatkan 25 mitra penyelenggara di 15 kota, salah satunya Universitas Narotama yang terpilih menjadi mitra penyelenggara di Surabaya.

Penanggungjawab Podjok Prancis UNNAR, Fitri Rofiyarti, S.S., M.Hub.Int mengatakan terpilihnya UNNAR sebagai mitra penyelenggara adalah karena kerjasama UNNAR dengan IFI dalam bentuk Podjok Prancis. “Karena di Surabaya baru Narotama yang memiliki Podjok Prancis, maka kami dipilih untuk menjadi salah satu mitra penyelenggara,” ujarnya, Selasa (12/11/2019).

Film yang ditayangkan di UNNAR adalah berjudul Tout ce qu’il me reste après la revolution (Whatever Happened to My Revolution) yang rilis tahun 2018. Film tersebut, kata Fitri, adalah sebuah film kritik sosial tentang anak muda yang mempertanyakan kehidupan di masa sekarang dan saat Revolusi Prancis tahun 1968. “Filmnya memang cenderung cukup berat sehingga kami juga menghadirkan Pak Benoit selaku direktur IFI untuk diskusi langsung setelah penayangan film,” tuturnya.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNNAR ini menambahkan, acara festival film Prancis ini bukan hanya untuk menambah variasi tontonan film, tapi juga agar kita lebih sensitif terhadap isu dari negara lain yang disampaikan lewat film.

“Film Prancis lebih cenderung berbentuk drama kehidupan yang nyata dengan sinematografi yang natural dan mengandalkan dialog-dialog panjang. Kemarin juga terlihat sekali penonton belum banyak memahami bentuk sinema Prancis. Dari mulai genre film, sampai isu yang diangkat dan guyonan yang disampaikan. Itulah kenapa Festival Sinema Prancis ini kembali dilakukan setelah 4 tahun vakum,” lanjutnya.

Film Prancis masih jarang yang masuk ke bioskop Indonesia. Itu juga yang menjadi harapan dan misi besar Festival Sinema Prancis. “Podjok Prancis UNNAR sebagai partner IFI juga memiliki misi yang sama untuk memperkenalkan Prancis di Indonesia, khususnya Surabaya. Kami juga selalu diikutsertakan dalam setiap event yang diadakan oleh IFI,” tutupnya. ( ir )

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *