KPK-PRD Lakukan Gerakan Peduli Sesama Melalui POSTACOR

KPK-PRD Lakukan Gerakan Peduli Sesama Melalui POSTACOR
64 Kali Dilihat=>>|

Lpk | Surabaya – Menghadapi penyebaran Pandemi COVID-19 yang terus meluas, Posko Tangkal Corona (POSTACOR) yang didirikan Komite Pimpinan Kota – Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Surabaya terus bergerak mengedukasi warga.

Setelah sebelumnya melakukan penyemprotan disinfektan bersama warga di RT 06 dan RT 07/RW 08 Kel. Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Surabaya, POSTACOR kembali melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan RT 01/RW 03 Kel. Gundih, Kec. Bubutan, Surabaya pada hari Rabu (25/3).

POSTACOR mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membuat cairan disinfektan secara mandiri sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran virus Corona.

“Cairan disinfektan kita buat secara gotong royong dan swadaya masyarakat menggunakan bahan cairan pembersih lantai seperti Wipol dan Super Sol yang mengandung benzalkonium, Bayclean yang mengandung Chlorine, lalu ditambah belerang dan air sesuai takaran. Kita memberikan edukasi kepada warga bahwa barang-barang rumah tangga ini bisa dijadikan disinfektan untuk nantinya di aplikasikan secara mandiri di rumah-rumah warga.”, ungkap Samirin selaku Koordinator POSTACOR Surabaya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari untuk menjangkau seluruh rumah warga di lingkungan RW 03. Selain menyemprotkan cairan disinfektan, POSTACOR juga menyediakan cairan antiseptik yang ditempatkan di pintu masuk area pemukiman warga dan mengedukasi cara pembuatan masker darurat.

Ketua RT 01/RW 03 Indra mengatakan warganya sangat senang akan inisiatif dari POSTACOR Surabaya melibatkan warga.

“Ini kita swadaya masyarakat, khususnya warga RT 01/RW 03 dan ide dari Pak Samirin bersama Posko Tangkal Corona. Alhamdulillah warga guyub semua. Semalam kita sudah gotong royong untuk membuat tempat cuci tangan dari ember, kemudian hari ini kita diajari Pak Samirin untuk membuat disinfektan dan kami semprotkan ke seluruh rumah warga dan masjid di lingkungan RT 01. Lalu juga kita membuat masker darurat dari Tisu karna masker harganya mahal dan langka.”, ujar Indra. (ir)

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *