Gubernur Jawa Timur Membuka Rapat Pengurus Pusat APTISI

Gubernur Jawa Timur Membuka Rapat Pengurus Pusat APTISI
140 Kali Dilihat=>>|

Lpk | Surabaya – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat bekerjasama dengan APTISI Wilayah VII Jawa Timur dan Universitas Narotama Surabaya mengadakan Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-6, Selasa-Rabu (28-29/01/2020).

Pembukaan acara dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya dengan Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang resmi membuka rangkaian acara selama dua hari tersebut.

“Jawa Timur memiliki banyak keindahan. Beberapa di antaranya ada Malang Selatan dengan pantainya yang berjajar, dan Ijen dengan Blue Fire. Jadi tidak ada salahnya berkeliling sebentar setelah rapat. Semoga pertemuan ini amanah dan Jawa Timur dengan tangan terbuka menyambut para pengurus APTISI,” ujarnya sebelum membuka acara.

Ketua APTISI Pusat, Dr. M. Budi Djatmiko, mengatakan RPPP adalah kegiatan APTISI untuk memecahkan permasalahan yang ada di perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Serta untuk memberikan usul dan saran pada penerintah yang sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo.

“Salah satu usulan yang akan kami sampaikan pada pemerintah adalah diadakannya roadmap, sehingga kebijakan tidak terus-menerus berubah setiap adanya pergantian Menteri,” tuturnya.

Isu lain yang akan dibahas adalah mengenai pembentukan program studi baru yang terlihat semakin mudah, namun sesungguhnya semakin sulit karena adanya syarat link and match.

“Syaratnya adalah harus bekerjasama dengan industri yang mau menyerap lulusan dari program studi tersebut. Syarat ini terbilang timpang karena hanya mewajikan pihak PTS saja, sementara pihak industri tidak. Sehingga ini menjadi masalah karena industri tidak bisa dan tidak diwajibkan untuk menyerap semua lulusan,” lanjutnya.

Ketua APTISI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H.,M.H, menambahkan bahwa APTISI berharap pemerintah lebih memperhatikan anak-anak bangsa yang mayoritas berada di perguruan tinggi swasta.

“Semoga pemerintah mulai menyadari hal itu sehingga tidak terjadi kesenjangan antara PTN dan PTS,” tutupnya.

RPPP ke-6 ini dihadiri oleh sekitar 350 pengurus APTISI yang merupakan pemimpin perguruan tinggi swasta se-Indonesia. (ir)

Bagikan Berita :

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *