Di Kabupaten Ponorogo Beberapa Proyek Diduga Syarat Penyimpangan

Di Kabupaten Ponorogo Beberapa Proyek Diduga Syarat Penyimpangan
69 Kali Dilihat=>>|

YALPK | Ponorogo – Ketransparanan publik dalam pelaksanaan proyek di Kabupaten Ponorogo sangat minim. hal ini terbukti dengan tidak terpasangnya papan informasi pekerjaan di sejumlah titik lokasi kegiatan. Seperti halnya pembangunan talud di wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Dalam pelaksanaannya diduga syarat penyimpangan. Hal ini dikarenakan banyaknya dugaan kecurangan yang terlihat saat awak media dari Tabloid Lpk Nusantara Merdeka crossceck dilokasi pekerjaan. jumat 10/05/ 2019

Saat dilokasi pekerjaan tidak ada informasi valid mengenai siapa pelaksana pekerjaan, dari satker mana dan berapa besaran anggaran yang digelontorkan untuk biaya pelaksanaan. Hal ini terlihat dari tidak dipasangnya papan informasi pekerjaan di lokasi. Dan juga terkesan ditutup – tutupi oleh beberapa oknum ( pekerja. red ).

Para pekerja yang berada dilokasi dan enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang dipercaya untuk menghandel pekerjaan. Namun, saat ditanya dari CV mana para pekerja tidak ada yang bisa menjawab, mereka hanya tahu nama mandor berinisial FN dan pelaksanaannya tidak tahu karena mereka sangat jarang sekali datang ke lokasi proyek, terangnya.

Sementara itu, pekerja kasar yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa campuran spesi / perekat sesuai perintah mandor. “2 sak semen digunakan untuk 3 molen penuh”, ucap pekerja kasar tersebut.

Akan tetapi, berdasarkan pengamatan di lokasi proyek tersebut, mereka menggunakan spesi/ perekat yang digunakan adalah ½ sak semen, 6 timba air, dan 50an cangkul pasir yang dimasukkan ke dalam molen untuk sekali adukan, mereka juga mengaku berkerja serabutan tanpa mengetahui apa itu SKT (Sertifikat Keterampilan Kerja).

Selain itu juga patut diduga ada kesalahan dalam pengerjaan dimana pengerjaan tidak sesuai dengan gambar, salah satunya pengerjaan yang seharusnya dipasang siklup mereka hanya membuat pondasi saja lalu ditup cor atasnya.

Karena pihak kontraktor tidak memasang papan informasi, Sehingga menimbulkan  kecurigaan masyarakat  yang tidak mengetahui berapa nilai anggaran,  CV yang mengerjakan,  jangka waktu pekerjaan,  dinas apa yang terkait.(fer)

Bagikan Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *